|
Kategori Buku
|
Deskripsi Produk
“Atas nama Cinta dan kehilangan!” pekik Gredo.
Kini kerumunan itu menunggu. Paulin telah mengerti kedatangan pasukan perusuh itu. Tika, si karib yang tak henti - hentinya menagis, telah membocorkan semua rencana itu kepadanya. Maka jika Paulin belum berani keluar kamar, bukan karena ia tak kuat menahan gelombang empati itu. Melainkan karena ia tahu rencana yang mengerikan, yang ia tahu, siapa sutradara di balik itu semua. “Dendan Gredo, masih menyala, “kata Paulin ngeri. Kengerian yang jelas, karena rencan Gredo itu cerdik sekali, lembut sekali, lembut sekali, mulia sekali, Untuk menarik minatnya mundur dari sekolah jelas tidak mungkin. Tetapi untuk menolak pesta, juga tidak mungkin. Dan itulah jenis pesta yang berkali-kali telah digelar di Budi Luhur, dengan Ipung sebagai target korbannya. Itulah pembantaian terencana dengan Ipung yang akan dipanggang hidu-hidup dalam pengadilan massa. Selama ini, secara menakjubkan ipung lolos dan malah menjadi tambahan bagi popularitasnya. “Tapi tidak untuk kali ini,” kata Anak Mami Lirih. Kepergianku, hanya akan dimanfaatkan untuk membunuhnya!” Resensi Produk
Produk dengan Kategori sejenis
|